Perjalanan Menuju Tanah Suci (Part 5)

Umroh Pertama

Perjalanan dari Madinah menuju Mekah memakan waktu sekitar 6 jam.
Asyiknya di sana, masuk tol gratis loh .. beda banget dengan di Indonesia.

Berhubung kami akan melakukan ibadah umroh maka diwajibkan untuk mengambil miqot di Bir Ali.
Di masjid ini setiap jamaah harus sudah menggunakan kain ihrom dan mengambil niat umroh.
Maka otomatis semua ketentuan yang dilarang harus ditinggalkan seperti menyakiti tanaman, membunuh nyamuk dsb.

Masjid Bir Ali, Tempat Mengambil Miqot Umroh dari Madinah

Sampai di kota Mekah tepat tengah malam, kami langsung menuju hotel untuk makan malam dan menyimpan tas sehingga yang dibawa ke masjidil Haram hanya yang diperlukan saja.
Selepas sholat isya di jamak dengan maghrib di masjidil Haram yang dipimpin langsung oleh ustadz maka kami pun langsung menuju Kabah.

Subhanallah .. Kabah ada di depan mata, ya Allah terima kasih atas rejeki yang Kau berikan ..

Rangkaian umroh terdiri dari thawaf sebanyak 7 keliling, sai sebanyak 7 kali dan tahalul.

Saat thawaf diatur strategi, jamaah perempuan ada di tengah dikelilingi oleh jamaah laki-laki, dan jamaah tidak boleh ada yg keluar dari rombongan.
Selepas thawaf kami pun mundur ke tempat shalat di belakang maqam Ibrahim.
Sebetulnya bisa saja shalat di dekat Kabah tetapi kami tidak mau egois menggangu jamaah lain yg sedang thawaf.

Selepas Thawaf

Sai dari Safa-Marwah kemudian Marwah-Safa dan saat pilar hijau disunnahkan untuk lari kecil. Pembawaan sang ustadz yang semangat saat melantunkan doa-doa mengingatkan saat ospek hehehe.
Di tempat ini disediakan tempat minum sehingga bila haus dapat menepi dulu dan minum air zam-zam.
Tempatnya rapi dan dibuat senyaman mungkin, tak terbayang bila kondisinya masih seperti zaman dulu dimana jamaah harus berjalan di bukit dengan telanjang kaki.

Tahalul atau menggunting kuku atau rambut adalah rukun terakhir dari umroh.
Alhamdulillah ibadah umrohnya dilancarkan walaupun masih kurang afdol karena banyak doa yg tidak hapal sehingga hanya meng-aamiin-kan doanya pak ustadz.

Sekitar jam 3 dini hari, lelahnya kaki ini dan kurangnya istirahat membuat kami ingin cepat-cepat ke hotel untuk istirahat.

Bersambung ke part 6 ya .. 

Rekomendasi Link Artikel dari Sponsor:

loading...

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *